Eddy mengambil langkah tersebut sejak ada isu kenaikan harga BBM, sekitar bulan April lalu. Ia khawatir kenaikan harga BBM ini menimbulkan gejolak sosial, sehingga ia memilih menghabiskan stok sambil menunggu situasi benar-benar kondusif.
Menurutnya, setelah harga BBM resmi di naikkan, minimal tiga bulan setelahnya bisnis mobil seken bisa kembali normal. Karena orang akan pikir-pikir untuk membeli mobil, meski seken, karena harga BBM-nya naik. Setelah terbiasa dengan harga BBM yang baru, baru pasaran mobil seken kembali normal.
Dari sekitar 25 mobil yang ia miliki dibulan lalu, kini stoknya hanya tinggal 5 mobil saja. Padahal biasanya, menurut Eddy, stok mobilnya tak pernah sampai sesedikit itu. Ia juga mengatakan bahwa beberapa rekan seprofesinya juga melakukan hal yang sama.
Lain lagi dengan Liana. Staf pedagang mobil seken di WTC Mangga Dua ini mengatakan, bos-nya, Herman, tetap melakukan pembelian mobil meski kini hanya terbatas mobil-mobil bermesin diesel dan irit bahan bakar. "Kami yakin pembeli pasti ada, hanya saja mungkin mereka akan memilih mobil dengan knsumsi bensin paling irit," ujarnya.
Walaupun harga BBM telah resmi dinaikkan oleh Pemerintah, para pedagang mobil second tetap optimis mobil dagangan mereka akan laku, meski jumlahnya tidak sebanyak bulan-bulan sebelumnya. Apalagi mobil seken di Bursa Mobil WTCM2 cukup berkualitas dan harganyapun bersaing (luc)
Sumber : Koran W a r t a K o t a


Posting Komentar