7 Strategi Jitu Punya Rumah Sendiri di Usia Muda

7 Strategi Jitu Punya Rumah Sendiri di Usia Muda
Banyak orang yang bisa memiliki rumah di usia muda. Karena rumah tidak hanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya, akan tetapi juga sebagai bukti kesuksesan seseorang dalam hal keuangan.

Wajar saja banyak orang yang menganggap bahwa rumah merupakan sebuah tolak ukur dalam suatu pencapaian besar dalam hidup, sebab punya rumah sendiri memang terasa lebih menyenangkan dibandingkan dengan kepemilikan aset dalam bentuk lainnya.

Baca juga: Persiapkan Pensiun Anda Sejak Dini Demi Kesejahteraan Keluarga Di Masa Depan

Lantas, hal yang menjadi pertanyaan ialah bagaimana cara kita untuk bisa punya rumah sendiri meski sejak usia muda? Berikut ini kami akan berbagi kepada Anda tips jitu agar di usia muda Anda telah bisa punya rumah sendiri.


1. Tingkatkan Kedisiplinan Dalam Menabung

Sejak dulu, bisa jadi Anda memang telah menabung, namun hingga sekarang tabungan Anda masih belum cukup untuk membeli rumah.

Hal yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi kembali cara Anda dalam menabung. Besaran tabungan yang tidak tepat akan membuat Anda kesulitan untuk bisa membeli rumah.

Meskipun Anda telah menabung selama bertahun-tahun, hal tersebut tidak akan mampu untuk Anda wujudkan.

Sebelumnya Anda tetapkan dulu jumlah dana yang hendak disisihkan sebagai tabungan tiap bulannya. Minimal 30 persen dari penghasilan bulanan Anda.

Buat rekening khusus dan pisahkan tabungan tersebut. Setiap kali menerima gaji atau penghasilan, selalu utamakan menabung.

Bila Anda melakukan hal ini secara rutin setiap bulan, Anda akan dapat membeli rumah dengan uang yang terkumpul dalam beberapa tahun.


2. Melakukan Pekerjaan Sampingan

Khusus bagi Anda yang memiliki penghasilan dalam jumlah pas-pasan, mencari pekerjaan sampingan merupakan salah satu solusi yang dapat Anda lakukan.

Gaji yang pas-pasan akan membuat Anda kesulitan untuk menyisihkan uang sehingga akan sulit pula untuk Anda dapat memiliki sebuah rumah, karena jumlahnya hanya akan habis untuk memenuhi kebutuhan pokok saja.

Cari pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan yang dapat dikerjakan tanpa membuat pekerjaan utama Anda di kantor menjadi terganggu.

Ada beragam pilihan pekerjaan yang bisa dipertimbangkan, salah satunya ialah menjadi seorang freelancer.

Anda dapat memanfaatkan kemajuan sistem informasi yang memungkinkan Anda mengakses banyak pekerjaan secara online.

Ada banyak pekerjaan freelance yang ditawarkan melalui internet, dan lakukan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang Anda miliki guna mendapatkan sejumlah penghasilan tambahan.


3. Investasikan Uang Anda

Jangan biarkan uang Anda mengendap di dalam tabungan dalam jangka waktu yang lama. Melakukan investasi dan membuat uang Anda berlipat ganda melalui investasi harus mulai Anda pikirkan.

Tidak perlu berpikir investasi besar-besaran, cukup dengan ikut menanam modal pada usaha yang dikelola teman atau keluarga, tentukan besaran bagi hasil yang sesuai dengan kesepakatan.

Hal ini akan menambah penghasilan dari keuntungan yang Anda dapatkan di masa mendatang. Atau bisa juga Anda menginvestasikan uang Anda dalam bentuk investasi lain yang lebih aman, seperti emas, deposito, atau reksadana.


4. Hemat Biaya Tempat Tinggal

Bila tempat kerja Anda jauh dari rumah dan harus tinggal terpisah dengan keluarga, tentunya Anda perlu tempat kost atau menyewa sebuah rumah yang lokasinya dekat dengan kantor. Hal ini tentu saja akan menimbulkan biaya bulanan yang tidak sedikit.

Anda bisa menghemat biaya tersebut dengan mencari tempat kost yang biaya sewa bulanannya lebih murah. Atau bisa menghilangkan biaya sewa tersebut dengan menumpang tinggal bersama saudara yang jarak rumahnya dekat dengan kantor Anda.


5. Mencari Pinjaman Untuk Uang Muka

Perihal uang muka yang jumlahnya cukup besar membuat sebagian besar orang mengalami kesulitan dalam memiliki sebuah rumah.

Hal ini pula yang menjadi kendala dan mengalami kegagalan saat mengajukan KPR. Tidak ada salahnya jika Anda coba mencari pinjaman sejumlah uang kepada keluarga maupun saudara untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Tidak perlu malu untuk mencari pinjaman, apalagi bila kekurangan dana yang Anda alami hanya sekian persen saja dari ketentuan bank. Sangat disayangkan bila Anda harus menunda pengajuan KPR hanya dikarenakan uang muka yang kurang sedikit saja.


6. Pertimbangkan Cicilan yang Sesuai Kemampuan

Pertimbangkan dan sesuaikan nilai cicilan KPR yang harus Anda bayarkan dengan jumlah penghasilan yang dimiliki setiap bulan.

Anda harus benar-benar cermat dalam melakukan perhitungan di dalam keuangan, sebab KPR merupakan kredit dengan jangka waktu pembayaran yang cukup panjang (bisa mencapai 30 tahun).

Cicilan jangka pendek memang menawarkan bunga yang lebih ringan, namun Anda jangan tergoda. Bisa jadi besarnya angsuran tidak sesuai dengan kemampuan bayar Anda.

Seluruh rencana keuangan yang telah Anda buat akan berantakan bila jumlah cicilan yang harus dibayar terlalu besar dan akan membuat Anda terbebani hutang cicilan yang menunggak semakin besar di kemudian hari.


7. Manfaatkan Premi Dasar Asuransi Kesehatan

Mungkin Anda memang masih muda dan jarang sakit, tetapi tak ada salahnya memiliki asuransi kesehatan sebagai bentuk perlindungan terhadap biaya-biaya pengobatan yang di kemudian hari mungkin akan dikeluarkan.

Asuransi kesehatan tidak hanya sebagai bentuk perlindungan, tapi juga dapat dijadikan sebagai bentuk tabungan.

Anda bisa mengikuti program asuransi kesehatan dengan nilai dana nominal menengah dan uang setoran bulanan yang dapat diambil kembali sesudah 5 tahun ke depan.

Meski ada sejumlah potongan oleh pihak asuransi, dana tersebut bisa Anda jadikan sebagai dana tambahan untuk uang muka rumah Anda di kemudian hari.


Itulah beberapa tips yang bisa Anda coba dalam usaha mewujudkan impian, yaitu memiliki rumah sendiri di usia muda. Semoga membantu.

Sumber:
https://www.cermati.com/artikel/8-strategi-miliki-rumah-sebelum-usia-30-tahun

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Strategi Jitu Punya Rumah Sendiri di Usia Muda"

Posting Komentar