Pro kontra seputar MLM

Sudah tiga tahun saya ikut MLM Vnetclub. Bagaimana pendapat anda tentang vnetclub? Yang membuat saya tertarik join vnetclub adalah harganya. Biasa MLM harganya sudah di oprek.

Artinya, harga nya dipatok jauh melebihi harga pasaran. Tetapi di Vnet, harganya sama atau terkadang lebih murah dari pasaran. Pasif income skrg 300.000/ bulan (masih kecil). Saya tidak setuju dengan cara-cara yang dilakukan MLMer untuk mengajak orang lain bergabung. Bahkan pakai tipu-tipu segala…

Seharusnya, presentasi hanya pantas diberikan hanya pada “orang yang tertarik”, kalau di
dunia internet seperti “opt mail” lah kira-kira. Artinya orang yang tertarik pada suatu hal.
Selain itu, kesalahan banyak pemain MLM dan bahkan perusahaan MLM adalah “menjual mimpi”, hal itulah yang seharusnya tidak di lakukan.

MLM, adalah sebuah bisnis. dan sama seperti bisnis lainnya, seperti: waralaba, jualan warung klontong, jualan bubur ayam, warteg dll, semua bisa membuat kita kaya kalau terus ditekuni dan tahan tantangan.

MLM itu sama seperti jualan bubur ayam, sama-sama bisa membuat kita kaya. Juga sama-sama membuat kita repot, sama-sama membutuhkan kerja keras, inovatif, kreatif dll. Dan dapat sama-sama membuat kita rugi.

Cuma kadang, para presentator MLM tidak mengatakan bahwa MLM itu sebuah “bisnis”.
MLM itu murni BISNIS dan harus di tegaskan dengan karas: bisnis …bisnis …bisnis…
apa artinya?

Artinya? karena kebanyakan orang memiliki dua ketertarikan dalam hal mendapat income:
  1. karyawan (PNS & Swasta)
  2. Bisnis
Dua-duanya bagus, tidak ada masalah dari segi agama, karena 2 hal itu bertujuan memenuhi kebutuhan keluarga, melalui 2 hal itu, Yang Kuasa melimpahkan berkat dan rejeki. Sebagaian besar orang memang lebih menyukai pilihan no 1 , dengan berbagai pertimbangan. Hanya sedikit yang menyukai pilihan no 2, tentunya dengan pertimbangan tertentu.

Secara umum kita tahu, bahwa dengan berbisnis (pilihan no 2) kita bisa dapat pendapatan
besar, tapi pendapatan kita itu tidak aman. Misal: hari ini untung, besok bisa jadi buntung.

Oleh karenanya, banyak ornag yang memilih zona aman: menjadi karyawan (pilihan no 1)
Yang jadi masalah, adalah kalau kita selaku pebisnis, memaksakan konsep kita kepada orang lain yang tidak berminat pada bisnis, itu adalah hal yang sangat salah dan mengganggu.

Medan bisnis itu mirip medan perang. kata Tao Zhu Gong / Fan Li. Resiko lebih besar, perlu kerja keras dan memuntahkan banyak modal. Ya…bisnis butuh modal, kerja keras. Bisnis itu memusingkan kita, kita harus siap mental kalau ingin berbisnis.

Celakanya, pada MLMer jika presntasi, hanya bicara masalah kesuksesan, tidak bicara tentang tantangan, tidak bica masalah resiko kerugian. Sudah saya katakan dari awal, semua bisnis bisa menghasilkan kesuksesan, tapi ada harga yang harus di bayar, misalnya: harus berani spekulasi buang uang dalam bentuk iklan, kerja keras dll.

Kalau anda memilih menjadi karyawan, ana berada di zona aman. tapi jika anda memilih bisnis, hari ini anda duduk di tahta, bisa jadi esok udah jadi gembel. Bisnis itu berisiko, tidak aman, penuh tantangan, penuh petualangan, namun bagi sebagaian orang sangat menyenangkan, termasuk saya. Saya pernah gulung tikar di dunia bisnis. Tapi itu, pilihan hidup saya.

Jadi, MLM juga seperti bisnis lainnya, bisa membuat kita kaya, juga bisa membuat kita
bangkrut. hal ini harus dipaparkan oleh MLMer dalam berpresentasi, jangan hanya bicara tentang peluang mendapatkan mobil mewah, villa dan lain sebagainya.

Ndak perlu lewat MLM, jualan bubur ayam juga bisa beli BMW. Tentunya jika haraga perporsinya Rp 15.000, dan mampu menjual 1.000 mangkuk / hari ....lalu buka cabang beberapa biji, tentu BMW pun gampang dibeli.

Kesimpulan: share produk dan peluang bisnis jaringan hanya pada orang yang tertarik, dan dalam presentasi, jangan hanya menjual mimpi, tapi utarakan dengan berimbang antara keuntungan dan resiko.

Komersial:

Tertarik dengan bisnis jaringan modal NOL, Income 277 juta, Join di sini segera, gratis!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pro kontra seputar MLM"

Posting Komentar