Persiapan Teknis Memulai Usaha Digital Printing

Banyak orang yang mungkin membayangkan bahwa untuk memulai usaha digital printing sangatlah rumit dan membutuhkan modal yang sangat besar mengingat harga mesin digital printingnya memang cukup mahal.

Namun pada kenyataannya usaha ini sebenarnya dapat dimulai dari modal kecil, sambil perlahan berkembang dan mendapatkan keuntungan yang besar.

Digital printing merupakan usaha yang pada awalnya bagian dari bidang advertising. Baik perusahaan besar maupun usaha kecil, instansi pemerintahan, dan event Pemilu atau Pilkada, sangat membutuhkan jasa di bidang ini.

Baca juga: 
Menilik Peluang Usaha Digital Printing yang Kian Ramai
Tips Dasar Mengelola Usaha Digital Printing Agar Lebih Berkembang

Industri digital printing tidak bersifat musiman, namun memang pada musim-musim tertentu usaha ini bisa sangat ramai menerima orderan.

Ketika Anda telah yakin dan memutuskan untuk memulai usaha digital printing, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan hal-hal teknis yang nantinya akan digunakan dalam usaha ini.


Ruangan Mesin dan Finishing

Tata letak ruangan mesin yang tepat memang sangat diperlukan dalam membuka usaha digital printing.

Hal ini perlu diperhatikan agar tersedia media penunjang mesin yang baik dan juga memberikan Anda kenyamanan saat bekerja.

Ukuran ruangan dan dimensi mesin yang digunakan juga penting untuk diperhatikan. Dimensi mesin biasanya tergantung pada batas maksimal area cetak yang ingin Anda hasilkan.

Untuk area cetak 3.2 meter biasanya akan menghasilkan cetakan berdimensi panjang 5 meter dan lebar 1 meter.

Luas ruangan yang ideal untuk mesin ini adalah 3x7 meter, dengan kondisi ruangan tertutup dan terdapat AC yang disetel bersuhu 20 derajat celcius sampai 25 derajat celcius.

Ada pula mesin dengan area cetak yang lebih kecil yaitu 1.8 meter, biasanya dapat menghasilkan cetakan berdimensi panjang 3 meter dan lebar 1 meter.

Luas ruangan yang ideal untuk mesin seperti ini ialah 3x5 meter, tertutup AC dan bersuhu ruangan sekitar 20 derajat celcius sampai 25 derajat celcius.

Di samping itu, Anda juga akan membutuhkan tempat untuk finishing. Sediakan ruangan yang nantinya akan Anda gunakan untuk menyambung gambar, membuat selongsong keliling untuk baliho, memasang mata ayam, dan lain-lain.

Ruangan ini memang butuh luas yang agak besar demi kenyamanan Anda saat bekerja, sebaiknya sesuaikan dengan seberapa besar gambar yang akan dicetak.

Sebelum Anda meletakkan mesin cetak di dalam ruangan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain:
- Hindari menaruh mesin langsung berhadapan dengan AC karena dapat mengakibatkan hasil gambar jadi tidak maksimal. Sebaiknya letakkan mesin di samping AC, jangan berhadapan secara langsung.
- Perhatikan stop kontak listrik dan ground listrik, hindari pemakaian ekstensi (terminal) yang berlebihan.
- Posisi komputer atau jaringan komputer sebaiknya diletakkan senyaman dan serapih mungkin.
- Pastikan ruangan dingin dan tidak lembab agar mesin dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan cetakan yang maksimal. Suhu ruangan yang disarankan ialah sekitar 20 sampai 25 derajat celcius dengan kelembaban 40 sampai 60 RH.


Sumber Listrik dan Daya yang Diperlukan

Ada dua sumber listrik yang perlu Anda persiapkan dalam memulai usaha digital printing, yaitu listrik PLN, dan Genset.

Kehadiran genset akan sangat penting ketika listrik padam. Pelanggan tentu akan kecewa bila ordernya terlambat untuk diselesaikan.

Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan mengenai sumber listrik antara lain:
- Gunakan daya listrik 5000 Watts.
- Sediakan Grounding Listrik sebanyak 2 buah, konsultasikan dengan ahli listrik atau orang dari PLN. Adanya Grounding Listrik sebanyak 2 buah akan mencegah mesin digital printing Anda cepat rusak.
- Gunkan Stabiliser untuk mesin dan komputer Anda, hal ini juga berguna untuk mencegahnya dari kerusakan. Atau bisa juga dengan menggunakan UPS.
- Perhatikan tata letak stop kontak sebelum mulai memasang mesin digital printing Anda.


Komputer / Laptop

Seperti halnya printer desktop, mesin digital printing dioperasikan menggunakan komputer. Setidaknya Anda membutuhkan 2 unit komputer, satu pada bagian design grafis, dan satu lagi pada pengoperasian mesin.

Spesifikasi komputer juga perlu diperhatikan, semakin tinggi spesifikasinya semakin memudahkan Anda dalam pembuatan design skala besar. Spesifikasi komputer yang disarankan adalah sebagai berikut:

1. Komputer Design Grafis:
- Processor: Intel Core 2 Duo atau lebih tinggi
- RAM: 4 GB
- Hard Disk: 320 Gb / 7200 Rpm
- Video Card: Jangan menggunakan video card onboard dengan memory minimal 1 Gb.
- Operating System: Windows XP, Windows 7, atau OS Windows paling terbaru.
- Kelengkapan lainnya: Keyboard, Mouse, Monitor LCD/LED, Software Anti Virus yang selalu update.

2. Komputer untuk Operasi Mesin Digital Printing:
- Processor: Intel Core 2 Duo atau lebih tinggi.
- RAM: 2 GB atau di atasnya.
- Hard Disk: 320 Gb dengan 7200 Rpm. Sebaiknya jangan dipartisi, menggunakan 2 Hard Disk akan lebih baik.
- Video Card: Standard dengan memory 512 Mb, dan jangan onboard.
- Operating System: Windows XP, Windows 7, atau yang paling terbaru.
- Kelengkapan lainnya: Keyboard, Mouse, Monitor LCD/LED, Software Anti Virus yang selalu update.


Mesin Digital Printing

Dalam memilih mesin digital printing, sebaiknya disesuaikan dengan segmen pasar yang ingin Anda masuki. Sebab, hal ini akan menentukan harga mesin digital printing yang akan Anda beli.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih mesin digital printing untuk usaha Anda antara lain:
- Sebelumnya, tentukan dulu target market Anda. Apakah perusahaan besar, retail, instansi pemerintahan, atau lainnya. Cari tahu segmen mana yang paling banyak permintaannya di daerah Anda.
- Pastikan Distributor yang Anda pilih memiliki layanan purna jual dan ketersediaan spare part yang baik. Selain itu juga distributor yang Anda pilih haruslah merupakan distributor resmi atau agen tunggal pemegang merek sehingga Anda tak perlu khawatir dengan kemampuan dan dukungan jangka panjang distributor tersebut terhadap usaha Anda.

Mesin digital printing mempunyai berbagai tipe, tentunya sesuai dengan kebutuhan dan pangsa pasar yang berbeda-beda. Dari perbedaan tipe tersebut, harganya pun juga berbeda.

Perbedaan dari tipe-tipe mesin digital printing perlu untuk diketahui agar kebutuhan khusus pada target market tertentu dapat lebih terpenuhi.

Dengan demikian, usaha digital printing Anda akan mampu memperoleh keuntungan yang maximal dengan risiko usaha yang minimal. Beberapa contoh kisaran harga dari beberapa tipe mesin digital printing bisa Anda simak pada daftar berikut ini:
- Mesin digital printing outdoor, kisaran harga mulai dari Rp 185 juta.
- Mesin digital printing Eco Solvent, kisaran harga mulai dari Rp 110 juta.
- Mesin Flatbed Printer, kisaran harga mulai dari Rp 350 juta.
- Printer UV Flatbed, kisaran harga mulai dari Rp 1 miliar.
- Paket printer kain, kisaran harga mulai dari Rp 220 juta.


Bahan Baku dan Alat Penunjang Lainnya

Bila ingin sukses dalam usaha digital printing ini, Anda harus dapat memastikan bahwa cash flow Anda memadai untuk membeli bahan baku dan alat penunjang lainnya. Beberapa bahan baku dan alat penunjang yang harus dapat terpenuhi untuk operasional, antara lain:

1. Tinta Digital Printing

Pastikan tinta yang Anda gunakan adalah tinta yang dianjurkan oleh Distributor Resmi mesin digital printing Anda.

Mengingat harga print head-nya yang relatif mahal (sekitar Rp 8 hingga 20 jutaan), tentunya setiap pelaku usaha digital printing ini menginginkan agar print head yang digunakan tetap awet dan tidak mudah rusak hanya karena salah dalam memilih tinta.

2. Mesin Plong Mata Ayam dan Mata Ayam (Eyelet)

Alat ini sangat penting disediakan, karena biasanya digunakan untuk pemasangan banner, baliho, spanduk, dan billboard.

3. Lem Seaming atau Mesin Seaming

Beberapa kegunaan dari alat ini antara lain:
- Menyambung gambar apabila hasil cetakan yang dibutuhkan lebih besar dibandingkan area cetak mesin.
- Membuat selongsong untuk bagian atas dan bawah spanduk (umbul-umbul).
- Membuat selongsong keliling guna pemasangan billboard.
- Membuat lipatan atas maupun bawah pada pemasangan X-banner.

4. Mesin Laminating: Diperlukan jika Anda menggunakan mesin indoor (water based).

5. Tissue Print Head Kimberly Clark:

Digunakan untuk semua mesin Solvent dan Eco Solvent. Fungsinya untuk merawat dan membersihkan print head serta maupun permukaan platen print head.

6. Stick Print Head: Biasanya digunakan untuk merawat print head jika ada kotoran atau kerak tinta.

7. Aksesoris Digital Printing

Terdapat beberapa jenis dan ukuran, antara lain seperti X-Banner, Roll Banner, Hanging Banner, dan Back Wall.

8. Tiang dan Aksesoris Tenda

Aksesoris ini biasanya digunakan untuk orderan pembuatan tenda dengan motif digital printing, seperti yang banyak kita lihat pada showroom motor atau mobil, ukuran yang paling sering digunakan adalah 3x3 meter.

9. Media Digital Printing

Media yang digunakan untuk digital printing tersedia dalam berbagai kegunaan, jenis, dan ukuran, antara lain sebagai berikut:

- Media Flexi: Frontlite maupun Backlite, digunakan untuk beraga kebutuhan seperti pembuatan baliho, billboard, giant banner, spanduk, umbul-umbul, shop blind, dan lain-lain.

- Media Stiker: Tersedia jenis gloss maupun matte/doff. Biasanya dipakai untuk iklan, signage, atau branding pada body kendaraan. Ada pula yang ditempel di dinding yang menggunakan lapisan triplek melamin.

- Media One Way Vision: Biasanya ditempelkan layaknya stiker tapi khusus di bagian kaca, seperti kaca mobil atau bus, kaca kantor maupun gedung. Perbedaannya dengan stiker adalah penggunaan media One Way Vision, membuat Anda tetap dapat melihat keluar, tanpa ada yang menghalangi pandangan Anda.

- Media Wallpaper: Media ini tergolong baru, merupakan inovasi yang memberikan kemudahan bagi Anda dalam mendekor ruangan sesuai dengan tema yang diinginkan.

- Mesh: Media ini hampir sama dengan bahan flexi, hanya saja bahannya berlubang, dan biasanya dipakai untuk iklan yang ditempel pada permukaan gedung tinggi tanpa menggunakan konstruksi. Lubang-lubang pada bahan mesh berguna supaya angin tidak merusak media tersebut.

- PVC Banner: Media ini bisa dibilang varian baru dalam aplikasi digital printing pada banner agar media tidak melengkung dan selalu tampak rapi.

- Backlite Film: Media ini biasa diaplikasikan pada Neonbox di dalam ruangan tanpa serat media.

- Photo Paper: Media ini digunakan untuk cetak foto.

- PP Paper (Albatros): Sebelum adanya PVC Banner, media ini dulu sering dipakai untuk banner. Namun sekarang sudah jarang penggunaannya.

Sumber:
http://mesindigitalprinting.biz

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Persiapan Teknis Memulai Usaha Digital Printing"

Posting Komentar