Konsep 4P Pada Bauran Pemasaran (Bag. 2)


Lanjutan posting sebelumnya:
Konsep 4P Pada Bauran Pemasaran (Bag. 1)


4. Promotion (Promosi)

Pada dasarnya, Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang mencakup semua aktivitas yang perusahaan lakukan guna mengkomunikasikan produknya kepada pasar tertarget.

Menurut Fandy Tjiptono (1997:219), komunikasi pemasaran merupakan aktivitas pemasaran yang usahanya menyebabkan informasi, pengaruh, bujukan dan atau peningkatan pasar sasaran atau perusahaan dan produknya yang di pasar supaya pelanggan bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan tersebut.

Menurut Kotler (2000:658), Manajer pemasaran sebelumnya harus melakukan identifikasi pasar tertarget dan motif membeli dalam setiap pengembangan program periklanan yang mereka lakukan.

Konsep tentang komunikasi pemasaran yang cukup populer ialah yang dikemukakan oleh Fandy Tjiptono (1997:218) yang disebut sebagai konsep 7M:

Mission (misi)
Tujuan yang hendak dicapai dari program promosi yang dilakukan.

Market Target (target pasar)
Sasaran dari target pasar atau pasar pelanggan.

Message (pesan)
Bentuk pesan yang akan disampaikan dalam program promosi yang hendak dilaksanakan.

Media (saluran komunikasi)
Bentuk media yang akan dipakai dalam melakukan program promosi.

Mix (bauran promosi)
Unsur-unsur dalam melakukan promosi. (akan dijelaskan di bawah.)

Money (metode dalam penentuan anggaran)
Banyaknya anggaran biaya promosi yang bisa dibelanjakan.

Measurement (pengukuran efektivitas promosi)
Evaluasi terhadap hasil yang dicapai, bisa dilakukan terhadap penjualan, pertumbuhan pangsa pasar, atau ratio biaya terhadap pertumbuhan penjualan.
***

Bauran Promosi

Bauran komunikasi pemasaran (bauran promosi) disebutkan oleh Craven (2000:350), terdiri dari lima unsur utama, antara lain:

1. Advertising (Periklanan)

Semua bentuk promosi dan penyajian non personal atas ide, barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu perusahaan sponsor.

2. Sales Promotion (Promosi Penjualan)

Beragam insentif jangka pendek guna mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk.

3. Public Relation (Publisitas/Kehumasan)

Beragam program yang dirancang untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing produknya.

4. Personal Selling (Penjualan Pribadi/Wiraniaga)

Interaksi langsung dengan seorang atau lebih calon pembeli, yang tujuannya untuk melakukan penjualan, melakukan presentasi, menjawab pertanyaan dan menerima pesanan.

5. Direct Marketing (Pemasaran Langsung)

Pemasaran langsung biasanya menggunakan surat, telepon, faximile, e-mail dan alat penghubung non personil lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan maupun calon pelanggan tertentu.


Selain hal yang telah disebutkan tadi, baru-baru ini ada suatu konsep yang muncul dari bauran promosi yaitu Point of Purchase Communication (POPC), adalah bentuk promosi yang ada di toko atau berupa display dari produk yang berada pada etalase atau shelf space tertentu.


Dari penjelasan di atas, tentu sangatlah penting bagi suatu perusahaan untuk menerapkan semua unsur dari bauran pemasaran yang ada.

Sebab, bila hanya salah satu unsur saja yang dijalankan maka hasilnya tidak akan efektif, dan akan menimbulkan masalah yang fatal di kemudian hari.

Seperti yang dinyatakan oleh Hermawan Kartajaya yaitu sekarang eranya sudah “New Wave Marketing”, dengan ciri-ciri Digitalization, Globalitation, dan Futurisation.

Pelanggan tidak lagi boleh dianggap remeh, sebab pelanggan bisa membentuk citra apapun pada produsennya, entah itu citra yang baik maupun citra yang buruk.

Jadi, sangat penting dalam pemasaran bahwa unsur-unsur yang terdapat dalam bauran pemasaran haruslah seimbang.

Sumber:
http://e-je.blogspot.com/2009/03/marketing-mix.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Konsep 4P Pada Bauran Pemasaran (Bag. 2)"

Posting Komentar