Mengenal Budaya Masyarakat Jepang Dalam Bekerja

Mengenal Budaya Masyarakat Jepang Dalam Bekerja
Negara Jepang merupakan salah satu negara maju di kawasan Asia.

Mereka mampu bersaing dengan dunia Barat baik di bidang ekonomi maupun teknologi.

Salah satu yang membuat Jepang dapat tumbuh menjadi negara maju adalah etos kerja yang mereka miliki.

Berikut ini kami akan berbagi tentang budaya kerja yang terlahir dari budaya Jepang. Penerapan budaya ini adalah ditujukan untuk peningkatan profit, efisiensi, pelayanan dan keamanan.

Baca juga: Attitude Yang Harus Dijaga Agar Sukses Di Dunia Kerja

Budaya kerja Jepang ini juga sudah banyak diterapkan dalam perusahaan ataupun organisasi di Indonesia. Ya iyalah, industri otomotif dan elektronik di Indonesia kan mayoritas di kuasai oleh perusahaan-perusahaan besar dari Jepang. Hehe...


Seiso

Seiso berarti Bersih. Langkah pertama yang paling wajib sebelum anda bekerja adalah selalu menjaga kebersihan tempat kerja, ruangan dan lingkungan kerja anda.

Sebelum anda mulai bekerja, pastikan lingkungan dan tempat kerja anda selalu dalam keadaan bersih, bahkan setelah selesai bekerja.

Tanamkan dalam diri anda bahwa kebersihan adalah hal yang vital dalam kehidupan, lingkungan yang kotor akan menjadi sarang kuman dan menyebabkan anda mudah terjangkit penyakit.

Pekerjaan anda tentu akan tertunda bahkan terbengkalai jika anda sakit. Produktivitas berkurang, dan tentu saja akan banyak kerugian yang akan dialami perusahaan.


Seiri

Seiri berarti Ringkas. Sortir barang-barang yang tidak digunakan lagi dan bila perlu singkirkan ke tempat pembuangan. Begitu juga dengan file-file yang sudah tidak terpakai pada komputer kerja anda, singkirkan ke recycle bin.

Tindakan ini dilakukan agar tempat kerja anda menjadi lebih ringkas dan efisien, sehingga dapat dipergunakan untuk meletakkan barang atau file yang memang penting dan dibutuhkan. Selain itu, juga agar ruangan kerja anda terlihat lebih rapi dan tidak berantakan seperti sebelumnya.


Seiton

Seiton berarti Rapi. Setelah file atau barang yang tidak dipergunakan lagi disortir, kemudian rapikan semua barang dan file tersebut dengan terorganisir dan sistematis. Agar mudah diingat, tempat barang diberikan label dengan nama atau warna sebagai ciri khas.

Untuk file atau softcopy data masukkan ke dalam folder-folder terpilih di komputer anda dan kelompokkan menjadi satu kategori atau tema. Dengan merapikan barang dan file anda, ketika mencarinya anda tidak perlu membuang banyak waktu lagi.


Seiketsu

Seiketsu berarti Rawat. Tahap ini disebut juga tahap perawatan atau maintenance. Ini adalah tahapan yang sulit, karena anda harus menjaga ketiga tahap yang sudah dijalankan sebelumnya secara rutin dan berkelanjutan.

Dalam perusahaan berskala besar, biasanya ada bagian khusus karyawan yang memantau hal-hal seperti ini.


Shitsuke

Shitsuke berarti rajin atau disiplin. Dari program-program yang sudah dijalankan di atas, jadikanlah suatu kebiasaan yang berkelanjutan. Harus disiplin, dan jauhkan rasa malas dalam diri anda.

Sebagai seorang atasan atau pimpinan suatu perusahaan, selain mencontohkan program-program di atas kepada bawahannya, juga harus membuat standarisasi yang jelas dalam budaya kerja di perusahaan. Dengan begitu, perusahaan anda akan lebih efisieni, produktif, dan profit.



Itulah budaya kerja masyarakat Jepang yang kelihatannya sepele namun bermanfaat cukup besar bagi kelancaran aktivitas kerja di sebuah perusahaan. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat meningkatkan etos kerja dalam diri anda.

Sumber: http://sipakataw.blogspot.com/2013/03/budaya-kerja-5s-ala-jepang.html
Gambar: sukajepang.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Budaya Masyarakat Jepang Dalam Bekerja"

Posting Komentar