Wisata Banten - Menjelajahi Kearifan Suku Baduy di Banten

Wisata Banten - Menjelajahi Kearifan Suku Baduy di Banten - Desa Baduy, terdapat di perbukitan Gunung Kendeng. Letaknya sekitar 75 kilometer arah selatan Rangkasbitung, Banten. Wisata Banten mengunjungi suku Baduy bisa menjadi kegiatan untuk anda yang ingin merasakan ketenangan yang jarang ditemukan di kota besar. Bagi anda yang punya naluri petualang bisa melakukan trekking di desa Baduy sangat. Potret kehidupan masyarakat Baduy dalam kesehariannya yang memegang teguh adat istiadat dan budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi yang berminat menelusuri budaya serta keunikan dan kearifan lokal yang luar biasa ini.


Anda mau melakukan Wisata Banten dengan mengunjungi Suku Baduy ? Simak tips berikut ini:
 
1. Hormati adat istiadat. Mengunjungi Desa Kanekes anda harus mempersiapkan fisik, karena kemana pun pergi berjalan kaki. Hal lain yang perlu diperhatikan, anda harus siap untuk menghormati serta mematuhi peraturan adat yg ditetapkan dan berlaku di kawasan ulayat masyarakat Baduy yang dibuat Jaro (Kepala Desa) Kanekes.

2. Soal bahasa. Orang Baduy berbahasa Sunda kasar, sehari-hari. Mereka tidak mengenal tingkatan bahasa sesuai dengan status sosial. Selain berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, Sebagian orang Baduy Dalam bisa pula berbahasa dengan kata-kata dengan dialek Betawi, bahkan mengeluarkan kosakata bahasa Inggris. Mereka menghormati pengunjung bukan dari cara berbahasa atau kosakata tertentu. Melainkan lewat tingkah laku mereka.

3. Suka bercanda. Meski tradisional dan terkesan kaku terhadap adat. Orang Baduy juga senang bercanda, tetapi mereka melakukan hal itu hanya dengan orang yang sudah dikenalnya. Berteman akrab dengan orang Baduy Dalam tidak sulit. Orang-orang Baduy bersikap terbuka terhadap orang asing. Hal tersebut terbukti dengan menerima pendatang, termasuk wisatawan. Namun, pendatang harus menyesuaikan diri dengan pantangan ka juga pengunjung dengan ramah.

4. Turuti norma dan aturan. Beberapa aturan yang perlu anda ketahui ketika berwisata dan berkunjung ke Desa Kanekes. Pendatang dilarang membawa senapan angin, radio, gitar. Pendatang tidak boleh menangkap atau membunuh binatang. Tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon, tidak meninggalkan api di hutan. Hal tersebut sesuai dengan apa yang mereka anut, menghormati alam karena mereka tergantung pada mereka. Selain itu, tidak mengonsumsi minuman memabukkan, dan tidak melanggar norma susila.

5. Mandi di alam bebas. Ingin mandi saat di desa Kanekes ? Aktivitas ini dilakukan di pancuran, yang letaknya di luar dusun, tepatnya di kali yang jadi batas dusun. Dilarang menggunakan, bahan kimia seperti sabun, pasta gigi, shampoo. Namun, justru hal seperti inilah yang akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan dalam perjalanan Anda. Sebuah cara hidup kembali ke alam yang sempurna. Ini aturan di Baduy dalam. Apabila Anda menginap di perkampungan Baduy Luar maka bisa menggunakan sabun atau sampo ketika mandi.

6. Gunakan sepatu atau sandal gunung agar tidak mudah tergelincir, apalagi di jalan menanjak. Siapkan pula jaket atau jas hujan serta tudung tas yg kedap air untuk melindungi barang bawaan agar tidak basah. Lotion ataupun minya anti nyamuk dapat membantu anda untuk menghalau serangga terutama ketika berjalan-jalan ke hutan atau perladangan.

7. Adat Baduy sangat membatasi sentuhan dengan dunia modern, terutama pada listrik dan peralatan elektronik lainnya. Sebagai penerangan, Suku Baduy hanya mengunakan lilin, tidak menggunakan semacam obor. Anda boleh menggunakan senter untuk memudahkan saat ke kamar kecil pada malam hari yang dilarang bukan benda berlistrik, tapi alat elektronik. Jadi Anda sebaiknya tidak memakai camera, handphone, atau radio. Jika di wilayah Baduy Luar Anda masih bisa memotret maka di wilayah Baduy Dalam memotret tidak diperbolehkan. Di Baduy Dalam kedua benda itu pantang dipakai. Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi, terlebih karena di dalam perkampungan Baduy tidak ada puskesmas atau apotek.

8. Pada bulan Kawalu yaitu masa panen tiga bulan berturut-turut di bulan Februari - April sebaiknya tidak ke Desa Kanekes Baduy karena Baduy Dalam ditutup sama sekali untuk semua orang luar. Meskipun begitu, pada bulan Kawalu bagi para pengunjung tetap bisa bertemu dengan warga Baduy Dalam saat keluar dari kampung mereka.

Demikianlah tadi ulasan kita kali ini mengenai Wisata Banten, khususnya wisata budaya dengan menjelajahi kearifan suku Baduy di Banten. Semoga dapat menambah wawasan kita, selamat berlibur!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wisata Banten - Menjelajahi Kearifan Suku Baduy di Banten "

Posting Komentar